Morowali Utara – Ditengah badai persoalan hukum yang tengah dihadapinya, Hendly Mangkali memilih tetap berdiri dengan sikap tenang dan kooperatif. Pria berambut gondrong dengan ciri khas topi terbalik itu menjalani hari-harinya dengan tanggung jawab dan keteguhan hati.
Dalam kurun tiga bulan terakhir, Hendly tercatat telah mengikuti sebanyak 11 kali persidangan di Pengadilan Negeri Poso, sejak 13 Oktober hingga sidang terakhir pada 16 Desember 2025. Proses itu dijalaninya baik secara langsung maupun melalui sidang daring. Ia pun dijadwalkan kembali mengikuti sidang lanjutan pada 6 Januari 2026 mendatang.
Namun di balik rutinitas persidangan yang melelahkan, Hendly tetap menunjukkan sisi kemanusiaannya. Ia masih disibukkan dengan persiapan kegiatan Natal, sekaligus menjalankan perannya sebagai orang tua. Bahkan, di sela agenda padat tersebut, ia masih meluangkan waktu mengurusi tim sepakbola asal Morowali Utara FC. Putra Topaku yang berusia 12 tahun sebanyak 18 orang pemain yang bermalam di rumahnya sebelum bertolak ke Pati, Jawa Tengah. Kamis malam, 18 Desember 2025.
Tak banyak kata yang keluar darinya. Namun, pernyataannya menyiratkan penghormatan pada proses hukum dan rasa terima kasih kepada mereka yang menjalankan tugas dengan profesional.
“Kalau tidak salah sepanjang di PN Poso sudah 11 kali sidang. Ada yang langsung, tapi lebih sering via Zoom. Sejauh ini saya mau menyampaikan terima kasih kepada Pak Hakim, kepada JPU, dan kepada Posbankum yang sangat baik,” ujarnya.
Di tengah tekanan dan sorotan, Hendly memilih tetap menghargai proses, merawat harapan, dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Sebuah potret jiwa seorang jurnalis yang luar biasa, bahwa kebaikan masih bisa tumbuh, bahkan ketika badai sedang menerpa.
















