Edwin Tampake Pimpin GEKRAFS Morut, Targetkan Lompatan Ekonomi Kreatif

PALU – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menggelar Musyawarah Cabang dan Musyawarah Wilayah (Muscab–Muswil) serentak se-Sulawesi Tengah yang berlangsung di hotel Zamrud di Palu, Kamis (16/4/2026).

Agenda ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan arah gerakan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Dalam forum tersebut, anggota DPRD Morowali Utara, Edwin Purnawan Tampake, resmi dipercaya menakhodai GEKRAFS untuk wilayah Kabupaten Morowali Utara.

Sementara yang terpilih menjadi Ketua DPW  Sulteng adalah Hasan Abdul Kadir.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan 12 kabupaten/kota ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Ketua DPP Gekrafs, Syaifullah Rasyid selaku Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).

Dalam sambutannya ia mengapresiasi seluruh DPC Kabupaten yang hadir.

“Saya mengapresiasi teman-teman DPC yang hadir. Ini menunjukkan komitmen bersama. Ke depan, kita harus lebih kreatif dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Momentum Muswil dan Muscab ini harus menjadi langkah strategis memperkuat kepengurusan,” ujarnya.

Edwin menyebut kepercayaan yang diberikan kepadanya bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

Ia menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kepengurusan GEKRAFS Morowali Utara ke depan akan difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pelaku UMKM kreatif, komunitas seni, hingga generasi muda. Ia ingin memastikan ekosistem kreatif di Morowali Utara berkembang lebih terarah, terstruktur, dan mampu bersaing.

“Ini adalah momentum untuk bergerak lebih cepat. Kita ingin memastikan pelaku ekonomi kreatif mendapat ruang tumbuh, akses jejaring, serta dukungan program yang nyata,” ujarnya.

Edwin menegaskan, GEKRAFS Morowali Utara akan segera menyusun program prioritas yang berorientasi pada pemberdayaan, pelatihan, dan promosi produk kreatif lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Ia optimistis sinergi antara organisasi, pemerintah, dan pelaku usaha akan menjadi kunci lahirnya lompatan ekonomi kreatif di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *