MORUT – Kegiatan Haul Guru Tua untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Morowali Utara, Minggu (12/04/2026). Acara yang berlangsung di Lapangan Morokoa, Kolonodale ini dimulai sejak pukul 08.30 WITA dan dihadiri sekitar 7000 masyarakat dari 10 kecamatan.
Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Morowali Utara dalam mengenang dan meneladani sosok Guru Tua, sekaligus mempererat silaturahmi umat.
Ketua panitia pelaksana, H. Hasyim Alaydrus, S.Ag., M.M yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Morowali Utara, menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan berbagai pihak.
Haul ini merupakan gagasan sekaligus disponsori oleh Ketua DPRD Morowali Utara, Hj. Warda Dg Mamala, yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah tokoh penting. Di antaranya Ketua Utama Alkhairaat, H.S. Alwi Saggaf Al-Jufri, Lc., MA serta DR. H.S. Mohsen Alaydrus, M.M.
Dalam sambutannya, Warda Dg Mamala menegaskan bahwa pelaksanaan haul bukan semata-mata soal materi, melainkan wujud kecintaan kepada Guru Tua.
“Pelaksanaan haul ini bukan soal siapa yang memiliki uang, tetapi tentang kecintaan kita. Kecintaan kita kepada Guru Tua, walaupun kita tidak pernah bertemu secara langsung, namun rasa cinta itu selalu ada di dalam hati,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memohon keberkahan bagi daerah.
“Kehadiran kita semua di sini adalah untuk memohon keberkahan, agar daerah ini dijauhkan dari segala musibah dan bencana. Kita ingin didoakan, agar Morowali Utara senantiasa dalam lindungan Allah SWT, diberikan keselamatan serta keberkahan bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya saat diwawancarai media.
Menurut Warda, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kecintaan terhadap Guru Tua.
“Alhamdulillah, haul yang kita laksanakan hari ini berjalan dengan baik dan kondusif. Sekitar tujuh ribu undangan hadir, ini menunjukkan rasa cinta terhadap Guru Tua begitu luar biasa,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Warda juga menyampaikan komitmen keluarga besar Baso Dg Mamala dalam mendukung pengembangan Alkhairaat di Morowali Utara. Ia mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah menghibahkan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan pesantren dan rumah sakit Alkhairaat.
“Insyaallah, mulai hari ini kita akan memikirkan pembiayaan pembangunan tersebut. Nantinya, biaya pesantren dan rumah sakit akan ditopang dari sektor perkebunan dan peternakan yang dijalankan oleh keluarga kami,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan oleh Satpol PP bersama aparat TNI dan Polri, sehingga acara berjalan aman dan tertib hingga selesai.
















