Putra Topaku League 2026 Resmi Berakhir, Jadi Wadah Pembinaan Talenta Sepak Bola Usia Dini di Mori Atas

MORUT – Turnamen sepak bola usia dini Putra Topaku League 2026 untuk kategori U-10 dan U-12 yang digelar di Lapangan Persimas Mori Atas, Desa Pambarea, Kecamatan Mori Atas, resmi berakhir pada Minggu, 14 Juni 2026.

Kompetisi yang diinisiasi oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Topaku tersebut berlangsung selama delapan pekan dan dilaksanakan setiap hari Minggu sejak 19 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu ajang pembinaan sepak bola usia dini yang mendapat perhatian besar dari masyarakat karena menghadirkan wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka di bidang olahraga.

Turnamen ditutup secara resmi oleh Camat Mori Atas, Akron Tampake, S.Pd., serta dihadiri oleh Manager PT Timur Indojaya Makmur, Erwin dan Pdt. Yuliana Pasambaka, S.Th. Dalam kesempatan tersebut, Camat Mori Atas menyampaikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya Putra Topaku League yang dinilai mampu menjadi sarana pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga yang positif dan terarah.

Putra Topaku League 2026 diikuti oleh 16 tim dari sejumlah desa di Kecamatan Mori Atas dan sekitarnya, antara lain Desa Ensa, Taende, Peonea, Londi, Taliwan, Kamba, dan Tomata. Seluruh pertandingan menggunakan sistem liga sehingga setiap tim bertanding secara kompetitif sepanjang turnamen untuk mengumpulkan poin terbaik.

Pada kategori U-12, Merpati Junior dari Desa Taende berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengoleksi 21 poin, unggul tipis atas Putra Topaku A dari Desa Tomata yang menempati posisi kedua dengan 20 poin. Sementara pada kategori U-10, Bintang Timur Jaya berhasil meraih gelar juara pertama dengan 16 poin, sedangkan posisi runner-up ditempati oleh Merpati Junior dengan perolehan 13 poin.

Panitia menyediakan hadiah uang pembinaan sebesar Rp1.500.000 bagi juara pertama dan Rp1.000.000 untuk juara kedua. Hadiah turnamen tersebut disponsori langsung oleh Bupati Morowali Utara, dengan total dukungan sebesar Rp3 juta.

Selain penghargaan untuk tim terbaik, panitia juga memberikan penghargaan individu kepada para pemain yang menunjukkan performa menonjol selama kompetisi berlangsung. Untuk kategori U-12, gelar Pemain Terbaik diraih oleh Brilly Lamunde, sedangkan Grafila Tangku menjadi Top Skor. Pada kategori U-10, penghargaan Pemain Terbaik diberikan kepada Emanuel Xaverius (Pace) dan gelar Top Skor diraih oleh Marselo Rampilo. Masing-masing penerima penghargaan individu mendapatkan piagam penghargaan serta uang pembinaan sebesar Rp150 ribu sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih selama turnamen berlangsung.

Kesuksesan penyelenggaraan Putra Topaku League 2026 juga didukung oleh sejumlah sponsor, yakni Takeci, Alba Water, CV Anugerah Tomata, Percetakan Batako Putra Topaku, Tole Farm, Enmart, serta Pemerintah Kecamatan Mori Atas.

Kegiatan ini digagas oleh pengurus SSB Putra Topaku yang terdiri dari Erwin Sultan Pehopu, Iwan Baru, Kiki Lakalau, David Sultan, Victor Sudamara, Ryan Wenur, Rexy Manurip, Endly Peuru, dan Bowo. Ketua SSB Putra Topaku menyampaikan harapannya agar turnamen serupa dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan talenta muda di Kecamatan Mori Atas maupun Kabupaten Morowali Utara.

“Harapan ke depan, semakin banyak talenta-talenta muda yang ada di Kecamatan Mori Atas dan Morowali Utara memiliki wadah untuk berkembang. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk bertumbuh melalui kegiatan-kegiatan positif yang dapat menunjang masa depan mereka,” ujarnya.

Dukungan masyarakat dan para orang tua juga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan turnamen ini. Antusiasme yang ditunjukkan sepanjang kompetisi berlangsung menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap pembinaan sepak bola usia dini di daerah tersebut. Selain menjadi sarana pengembangan bakat, kegiatan ini dinilai mampu mengarahkan anak-anak pada aktivitas yang positif di luar jam sekolah sekaligus menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan sejak usia dini.

Dengan berakhirnya Putra Topaku League 2026, penyelenggara berharap kompetisi ini dapat menjadi agenda rutin yang terus melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat dari Mori Atas dan Morowali Utara untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *